Senin, 18 Mei 2009

Menikmati Dubai yang tumbuh




London dan Dubai adalah dua kota yang berbeda 180 derajat. Di London banyak pemandangan kota tua yang dipenuhi bangunan bersejarah, sedangkan di Dubai terlihat pemandangan kota masa depan.
Akhir Agustus, saya mendarat di Dubai Internasional Airport pukul 01.00 pagi waktu Dubai setelah merasakan kenyamanan kelas Bisnis di Emirates Airlines.
Cuaca pagi terasa menyengat kulit, maklum panasnya angin gurun masih terasa. Ketika di Dubai Internasional Airport seorang rekan wartawan sempat ketinggalan kamera di musala. Beruntung barang berharga tersebut tidak hilang meskipun sempat ditinggal lebih dari 15 menit. Kebijakan keras dari Pemerintah Dubai yang menindak tegas setiap pelanggaran hukum dan mendeportasi setiap warga negara asing yang melanggar hukum menimbulkan suasana aman. Berdasarkan sensus 2005, jumlah penduduk asli hanya 24,6% dan selebihnya adalah warga negara asing (ekspatriat), terutama dari India, Pakistan, Iran, Bangladesh, Sri Lanka, Filipina, Mesir, Palestina, dan Syria.
Siang hari ketika saya berkunjung ke markas besar Emirates Airlines di pusat kota, segera terlihat pemandangan mengagumkan di sepanjang jalan. Semua sumber daya properti terbaik di dunia berada di kota ini untuk mengerjakan proyek-proyek prestisius.
Miliaran dolar AS dikucurkan untuk menarik ahli konstruksi terbaik di dunia dalam mewujudkan proyek-proyek yang prestisius. Iseng-iseng saya mencoba menghitung jumlah bangunan yang sedang dibangun di sepanjang jalan antarhotel ke pusat kota yang berjarak sekitar 20 km. Namun, ketika hitungan mencapai angka 50, proses ini saya hentikan dengan satu kesimpulan: ratusan gedung sedang dibangun di Dubai.


Sebenarnya secara alamiah sangat sedikit yang bisa ditawarkan Dubai kepada para pengunjungnya. Namun, dengan kekayaan minyak yang dimiliki oleh Uni Emirat Arab menyebabkan negara tersebut memiliki uang yang diinvestasikan untuk menjadikan kota ini sebagai pusat pengembangan properti maupun pusat keuangan dunia.
Business Bay (kawasan bisnis), Dubailand (pusat perbelanjaan, hiburan, dan hunian yang menelan dana US$5miliar), gedung Burj Dubai (gedung tertinggi di dunia dengan ketinggian lebih dari 700 meter senilai US$900 juta).
Selain itu, telah dibangun Arabian Canal yang merupakan sungai buatan sepanjang 75 km yang pinggirannya mulai dipenuhi dengan hotel, perkantoran, kawasan hiburan.
Terdapat lima proyek reklamasi laut lepas pantai seluas 170 juta meter persegi dengan nilai proyek lebih dari US$10 miliar. Lima kawasan yang telah dan sedang dikembangkan yaitu Dubai Waterfront, Palm Jebel Ali, Palm Jumaeirah, The World dan Palm Deira yang akan menyediakan 400.000 bangunan dalam bentuk hotel, perkantoran ataupun perumahan dan pusat perbelanjaan. Saat ini sebagian bangunan tersebut sudah selesai pembangunannya
Saat ini juga sedang berlangsung proyek pembangunan perkampungan satelit di lepas pantai Dubai dengan biaya mencapai US$20 miliar. Proyek di Teluk Nakheel bernilai US$25 miliar, proyek bandara Internasional Jebel Ali bernilai US$10 miliar, proyek perluasan Dubai Internasional Airport bernilai US$5 miliar yang sampai saat ini masih terus berlangsung.
Dubai juga sedang mengembangkan sarana transportasi masal untuk menambah kenyamaman penduduknya. Saat ini proyek monorel senilai US$390 juta sedang dikembangkan dan direncanakan beroperasi pada akhir 2008. Selain itu terdapat water way yang dijadwalkan beroperasi bulan ini.
Monorel ini menghubungkan Palm Jumeirah, Dubai International Financial Centre dan City of Arabia at Dubailand. Selain itu monorel ini menghubungkan Dubai Waterfront, Burj Dubai complex, The Palm Deira dan Dubai Festival City.
Kebijakan Pemerintah Dubai yang memperbolehkan orang asing membeli rumah dan apartemen dengan tingkat kepemilikan 100% mengundang orang penting di dunia memiliki properti di negara ini. Sebutlah Roger Federer, David Beckham yang disebut memiliki properti di Dubai.
Arabian Adventures
Mengunjungi Kota Dubai tidak lengkap tanpa menikmati suasana khas gurun pasir yang tandus, menyeramkan tetapi menawarkan suasana eksotis tersendiri. Menikmati off-road di gurun pasir sekaligus makan malam di tengah-tengah lautan padang pasir banyak menjadi pilihan para wisatawan.
Apalagi suguhan ini ditambah dengan sajian tari perut yang atraktif, sehingga mengundang penonton untuk ikut menggoyang perutnya. Namun, paket wisata ini cakup mahal karena ditawarkan dengan harga sekitar 240 dirham sampai 300 dirham (saat ini kurs US$1 setara dengan 3,6 dirham).
Saya sempat menikmati trip off-road di gurun yang mengocok perut dengan menaiki mobil yang didesain khusus untuk berkendara di gurun. Namun, hati-hati dengan keberadaan binatang padang pasir seperti ular yang terkadang muncul tiba-tiba. Maklumlah sekali dipatuk ular gurun dijamin selamat tinggal dunia.

2 komentar:

  1. ya, tak doain jika ke sana lagi kamu gak di patuk Ular. Hi..hi...

    BalasHapus
  2. Good Data and good information about the Dubai Travels

    Thanks
    Ohanna web

    BalasHapus