Senin, 18 Mei 2009

Tepian Elbe yang memesona

Menikmati keindahan sungai di Eropa tak ayal lagi membuat kita merasa iri dengan keberhasilan mereka mengelola wisata sungai.
Ketika mengunjungi sejumlah pabrik ArcelorMittal di Eropa belum lama ini, saya berkesempatan mengunjungi Hamburg.
Hamburg terletak antara pertemuan sungai Elbe dan Danau Alster yang merupakan kota pelabuhan dan kota perdagangan tertua di Jerman dengan nama Hammaburg pada 834 Masehi.
Setelah melakukan plant tour di Ghent, Belgia, saya beserta rombongan langsung bergerak ke Hamburg. Ketika malam harinya memasuki Hamburg dan menginap di Hotel Golden Tulip yang berada di tepian sungai Elbe, saya langsung merebahkan badan di kamar karena harus bersiap untuk perjalanan ke pabrik berikutnya.
Sebenarnya sempat muncul niat untuk jalan malam ke pusat kota Hamburg, tetapi mengingat kondisi fisik sebagian besar rombongan yang sudah kelelahan, akhirnya semua anggota memilih untuk istirahat di kamar masing-masing.
Namun, ketika bangun untuk Salat Subuh, baru terlihat indahnya tepian sungai Elbe yang terletak di distrik Finkenwerder. Sayangnya, keindahan ini tidak bisa dinikmati sepuasnya karena setelah sarapan pagi, rombongan harus berangkat menuju pabrik ArcelorMittal dan berdialog dengan jajaran manajemennya.
Beruntung ada waktu setelah makan siang yang bisa dimanfaatkan untuk menikmati keindahan tepian Sungai Elbe. Selama 2 jam, rombongan menikmati keindahan tepian Sungai Elbe dengan kapal sewa. Sambil mendengar penjelasan dari pemandu, tersedia juga minuman ringan yang bisa dinikmati oleh anggota rombongan.
Soal minuman sudah pasti di Jerman tersedia bir, maklum masyarakatnya terkenal sebagai penikmat bir kelas wahid di dunia. Namun, saya lebih memilih minuman yang lebih ringan dan tidak mengandung alkohol supaya bisa lebih menikmati keindahan tepian Sungai Elbe yang menawan.
Maklum ketika makan siang, saya sempat menyaksikan kelompok orang tua Jerman yang menikmati bir dengan jumlah melampui satu liter untuk setiap orangnya. Padahal, mereka baru saja menikmati makan siang dengan jumlah yang cukup banyak.
Rumah mewah
Ternyata di seberang tepian Elbe terdapat juga deretan rumah mewah yang sangat menarik dipandang mengingat arsitekturnya yang bagus. General Manager Corporate Communication ArcelorMittal Haroon Hasan mengaku menikmati deretan rumah mewah yang ada di tepian Elbe.
"Harganya pasti mahal, kalau dikurs dalam rupiah bisa mencapai puluhan miliar. Saya tidak tahu kapan bisa memiliki rumah semacam itu."
Selain kanal yang terlihat tertata rapi, terlihat juga sejumlah galangan kapal, fasilitas bursa cokelat sampai dengan taman-taman yang tertata dengan rapi.
Saya sempat juga melihat pasawat Airbus Beluga melintas yang desainnya mirip dengan ikan paus Beluga. Maklum lokasi hotel terletak berdekatan dengan Airbus Work Hamburg. Sayangnya saya tidak sempat mengambil gambar karena memerlukan waktu untuk menyiapkan kamera.
Berapa harga yang harus dibayar untuk menikmati tepian sungai Elbe? Kalau melalui angkutan umum kapal harga tiket berkisar 1,5 euro sampai 5 euro, bergantung pada jarak. Sedangkan jika menyewa kapal dengan kapasitas sampai 20 orang biayanya bisa mencapai 200 euro untuk menikmari keindahan tepi sungai Elbe.
Hamburg didesain memiliki sistem transportasi kapal yang bisa dinikmati oleh wisatawan atau penduduk. Kapal singgah di sejumlah dermaga sehingga bisa menjadi sarana transportasi umum. Namun, banyak pula penduduk Hamburg yang mempergunakan sarana ini untuk sekadar melepas penat untuk berwisata dengan kapal laut sambil bertemu dengan teman-teman mereka. Daerah wisata atau lebih tepatnya dermaga ini dinamakan Landungsbrueken yang terdapat kedai kopi, kios penjual makanan dan suvenir.

Dermaga ini menghubungkan para pengunjung ke distrik lainnya seperti Finkenwerder, Oevelgoenne, dan Blankenesse menggunakan kapal feri yang tiketnya menyatu dengan tiket bus dan alat transportasi lainnya, seperti kereta baik U-Bahn (kereta bawah tanah) dan S-Bahn (kereta yang lebih besar) dengan fungsi yang berbeda.
-Bahn membelah jantung Kota Hamburg, dilengkapi dengan kode-kode seperti U1, U2 dan U3, sedangkan, S-Bahn melingkari Kota Hamburg sampai ke pinggiran kota dengan jarak tempuhnya agak jauh. Pada titik tertentu, jalur S-Bahn akan bertemu dengan jalur U-Bahn dan berhenti di sebuah stasiun besar yang bernama Houfbahnhoff Sud. Para penumpang yang akan melanjutkan perjalanan keluar Hamburg akan berganti dengan kereta api luar kota yang disebut IC (InterCity)dan ICE (Inter City Express).
Tatanan Hamburg cukup apik dan menarik bagi setiap orang yang memandang. Apalagi bangunan tua dan modern yang penuh nilai historis masih berdiri kokoh sehingga Hamburg mempunyai pesona tersendiri sebagai salah satu kota objek wisata, khususnya di kawasan Eropa-Jerman.

1 komentar: